Thursday, May 30, 2019

Citarasa kopi


                                            RASA KOPI



Cita rasa kopi sangat penting sehingga seorang panelis akan bertindak sebagai alat ukur (cup taster). Cup taster tersebut harus peka sekaligus konsisten, kepekaannya meliputi kepekaan mengenali, kepekaan membedakan dan kepekaan membandingkan. Cup taster akan melakukan kegiatan yang disebut Cupping, mengingat mutu kopi akan dinilai setelah kopi disangrai dan digiling. Setelah itu, penilaian pun dilakukan saat kopi diseduh. Aroma kopi yang muncul akan berbeda-beda tergantung asal kopinya. Uji citarasa kopi ini dilakukan secara inderawi, yaitu melalui aroma dan rasa. Citarasa yang muncul sangat penting, khususnya di segmen spesialti.


Coffee cupping pada awalnya dipelopori oleh Clarence E. Bickford dari San Fransisco (AS) di pertengahan akhir abad ke-19. Metodenya semakin berkembang dan terus disempurnakan. Apabila anda sudah menjadi cup taster yang berpengalaman, maka anda dapat mengetahui perbedaan cita rasa kopi dari daerah penghasilnya melalui cara yang sederhana yaitu dengan mencium aroma dan merasakan seduhan kopinya. Hal itu dikarenakan ketika anda melakukan cupping terjadi satu seri tahapan yang berakhir dengan evaluasi sensorik menggunakan olfaksi, gustasi, dan sensasi di dalam rongga mulut (mouth feel).



KOMPONEN UJI CITA RASA KOPI

Secara umum citarasa utama pada kopi adalah fragrance (bau kopi bubuk kering), aroma (bau sedap), flavor (khas bau kopi), body (kekentalan), acidity (rasa asam enak), bitterness (rasa pahit), dan sweetness (rasa manis). Sedangkan indikator lain untuk menilai citarasa adalah keseimbangan rasa, kebersihan rasa, dan keseragaman rasa. Lalu secara khusus, cita rasa ditentukan dari:

1.AromaFragrance (bau dari kopi ketika masih kering) dan aroma (bau dari kopi ketika diseduh dengan air panas) adalah aspek dari aroma yang dapat dinilai melalui tahapan berikut: Mencium bubuk kopi yang berbeda dalam mangkok sebelum di tuang dengan air, mencium aroma saat mengaduk permukaan kopi seduhan, dan mencium aroma kopi saat kopi sudah larut

2.After tasteAfter taste adalah lama bertahannya suatu flavour positif (rasa dan aroma) yang berasal dari langit-langit belakang mulut dan bertahan setelah kopi dibuang atau ditelan. Jika after taste langsung hilang dan tidak enak maka diberikan nilai rendah.

3.Flavour. Flavour menunjukan sifat khusus yang merupakan kombinasi antara aroma, acidity dan after taste. Flavour di rasakan pada lidah sekaligus pada hidung ketika aroma uap mengalir dari mulut ke hidung. Flavour akan menentukan nilai pada kualitas dan kompleksitas.
4.Acidity.  Acidity sering digambarkan sebagai rasa asam yang enak, atau masam jika tidak enak. Acidity yang baik akan terasa manis seperti rasa buah segar yang langsung terasa saat kopi diseruput. Sebaliknya acidity yang terlalu dominan dikategorikan tidak enak. Acidity yang tinggi seperti pada kopi Kenya dan acidity yang rendah seperti kopi Sumatra biasanya menjadi acuan para cup taster.

5.Body. Body adalah rasa ketika kopi masuk kedalam mulut khususnya antara lidah dan langit-langit mulut. Biasanya body yang kental mendapat nilai yang tinggi. Namun body yang ringan juga dapat memiliki rasa enak di mulut. Kopi yang memiliki body yang kental seperti kopi Sumatra atau kopi yang memiliki body ringan seperti kopi Mexico juga menjadi acuan walaupun berbeda.

6.Balance.  Semua aspek flavor, after taste,acidity, body yang seimbang disebut balance. Jika kurang saja salah satu aspeknya atau berlebihan akan mengakibatkan nilai balance berkurang.

7.Sweetness. Kopi mengandung karbohidrat sehingga akan timbul rasa manis yang menyenangkan. Lawan dari manis dalam konteks ini adalah sour, astringent atau mentah. Sweetness berbeda dengan rasa sukrosa yang ditemukan dalam minuman ringan/soft drink.

8.Clean cu. Dalam menilai Clean Cup perlu memperhatikan tahap cupping sejak awal. Apabila tidak ada nilai negatif dari cita rasa sampai after taste maka akan mendapatkan nilai, sebaliknya kopi yang tidak memiliki rasa dan aroma akan disingkirkan.


9.Overali. Penilaian yang mencerminkan aspek keseluruhan diatas. Jika kopi memiliki kriteria yang diharapkan dan memiliki aroma khas akan diberi nilai yang tinggi.

10.Defects.  Aroma negatif atau cacat yang mengurangi kualitas kopi seperti Taint atau bau tercemar dan Fault atau rasa yang tidak enak.

cara uji cita rasa
Siapkan biji kopi yang telah diroasting secukupya dan timbang sebanyak 8,25 gram, masukan ke kedalam masing–masing gelas cupping. Giling biji kopi menggunakan Grinder. Kemudian lakukan pembekaman/pembauan untuk mendapatkan aroma kopi. Seduh kopi dengan 150 ml air mendidih dan diamkan sejenak hingga suhu air mencapai 93˚C lalu biarkan selama 4-5 menit. Aduk permukaan kopi sambil mendekatkan hidung ke gelas cuppinguntuk mendapatkan aroma/break. Bersihkan buih pada permukaan menggunakan dua sendok. Setelah suhu kopi mencapai 73˚C –78 ˚C barulah kopi siap di analisis/dinilai dengan cara diseruput. Kopi akan dinilai secara keseluruhan meliputi fragrace/aroma, flavour, aftertaste, acidity, body, balanceuniformity, sweetness, clean cup,  overall dan defect jika ada.
Menurut Kenneth Davids, para penikmat kopi harus mengenal cita rasa kopi dan terus berlatih cupping untuk membedakan mutu kopi spesialti dari berbagai wilayah di Indonesia. Selain itu Kenneth Davids meyakinkan bahwa latihan cupping berulang-ulang akan terasa menyenangkan dan memuaskan diri.
Untuk menentukan mutu kopi, Coffeeland Indonesia menyediakan training barista yang didalamnya termasuk uji cita rasa atau cupping. Training tersebut ada dalam paket peluang usaha Mini CafeCoffee Shop dan Coffee House. Selain itu anda juga bisa berlatih sendiri dengan membandingkan cita rasa kopi dari berbagai proses roasting dan grinder yang berbeda. Membedakan mutu kopi pun bisa dilakukan dengan berbagai percobaan cupping menggunakan kopi spesialti dari berbagai wilayah di Indonesia, misalnya GayoFlores, TorajaBali Kintamani, Blue KorintjiMalabarMandheling, dan Java.


Berbagai macam pengolahan kopi

           Berbagai macan pengolahan kopi



                                                       
Bagaimana kopi diproses dan diolah setelah panen akan memengaruhi bahkan bisa memberikan efek dramatis kepada hasil akhir kopi. Sehingga proses pengolahan termasuk faktor penting yang tidak boleh dilewatkan dalam industri kopi.

Berbagai struktur dan lapisan dari buah/ceri kopi. Pada dasarnya, struktur buah kopi (coffee cherry) terdiri dari pericarp (kulit daging terluar) dan biji kopi. Pericarp sendiri terdiri lagi dari beberapa lapisan seperti kulit, daging kulit, layer getah (yang biasanya terdiri dari gula alami dan semacam kandungan alkohol) dan perkamen. Lapisan pericarp adalah yang paling sering dibersihkan, namun lapisan ini juga berpengaruh dalam menambah rasa pada kopi.

Setelah dipanen, buah-buah kopi yang dipetik kemudian dibawa ke tempat pengolahan/penggilingan untuk memisahkan biji dengan kulit dagingnya. Biji inilah yang kemudian akan dikeringkan agar tetap aman disimpan sebelum dijual ke pasar. Idealnya, kopi memiliki tingkat kelembaban alami sekitar 60%, namun ia dikeringkan sampai kelembabannya hanya berkisar sekitar 11-12 % saja. Tujuannya supaya biji kopi itu tidak terlalu lembab lalu membusuk ketika “menunggu” dijual.

Setelah dipetik, ceri kopi akan segera diolah. Proses pengolahannya pun bermacam-macam. Beberapa diantaranya adalah seperti berikut.

NATURAL PROCESS




Proses natural ini juga dikenal dengan dry process. Proses ini termasuk teknik paling tua yang ada dalam sejarah proses pengolahan kopi. Setelah dipanen, ceri kopi akan ditebarkan di atas permukaan alas-alas plastik dan dijemur di bawah sinar matahari. Beberapa produsen kopi kadang menjemurnya di teras bata atau di meja-meja pengering khusus yang memiliki airflow (pengalir udara) di bagian bawah. Ketika dijemur di bawah matahari, biji-biji kopi ini harus dibolak-balik secara berkala agar biji kopi mengering secara merata, dan untuk menghindari jamur/pembusukan

Pada proses natural, buah kopi yang dikeringkan masih dalam berbentuk buah/ceri, lengkap dengan semua lapisan-lapisannya. Prosesnya yang natural dan alami ini akan membuat ceri terfermentasi secara natural pula karena kulit luar ceri akan terkelupas dengan sendirinya

 Pada umumnya :Proses natural ini dianggap mampu memberi notes ala buah-buahan pada kopi, dengan hints umum seperti blueberry, strawberry atau buah-buahan tropis. Kopi pun cenderung memiliki keasaman (acidity) rendah, rasa-rasa yang eksotis dan body yang lebih banyak.  


WASHED PROCESS

Atau yang juga dikenal dengan sebutan wet process. Umumnya, proses ini bertujuan untuk menghilangkan semua kulit-kulit daging yang melekat pada biji kopi sebelum dikeringkan. Setelah dipanen, ceri-ceri kopi biasanya ‘diseleksi’ terlebih dahulu dengan merendamnya di dalam air. Ceri yang mengapung akan dibuang, sementara yang tenggelam akan tetap dibiarkan untuk proses lanjutan karena ceri-ceri demikian dianggap telah matang.


Selanjutnya kulit luar dan kulit daging ceri kopi akan dibuang dengan menggunakan mesin khusus yang disebut depulper (pengupas)Biji kopi yang sudah terlepas dari kulitnya ini kemudian dibersihkan lagi dengan memasukkannya ke dalam bejana khusus berisi air agar sisa-sisa kulit yang masih melekat bisa luruh sepenuhnya akibat proses fermentasi.

Durasi, atau lamanya kopi difermentasi ini berbeda-beda pada setiap produsen. Namun umumnya berkisar antara 24-36 jam tergantung temperatur, ketebalan layer getah pada ceri kopi, dan konsentrat enzimnya. Jika suhu di sekitarnya semakin hangat, maka prosesnya akan semakin cepat pula.
Pada umumnya Kopi-kopi hasil washed process umumnya memiliki karakter yang lebih bersih, light, sedikit berasa buah, body cenderung ringan dan lembut dengan tingkat keasaman (acidity) lebih banyak.


HYBRID PROCESS

Proses ini sering digunakan di Brazil. Setelah dipanen, buah kopi dikupas dengan mesin mekanik untuk membuang kulit dan sebagian besar daging buahnya. Dari sini, biji kopi kemudian dijemur di meja-meja pengering. Sisa-sisa daging buah yang masih lengket biasanya akan luruh pada proses ini. (Konon sisa-sisa daging buah yang turut dijemur itu memberi tambahan sweetness dan body pada kopi).

Honey  process 


Proses ini agak mirip dengan pulped natural dan umumnya digunakan di banyak negara-negara Amerika Tengah seperti Costa Rica dan El Salvador. Belakangan proses ini juga semakin populer di Indonesia. Pada honey process, ceri kopi akan dikupas dengan mesin mekanis, tapi metode ini menggunakan lebih sedikit air jika dibandingkan pulped natural process. Mesin depulper akan dikendalikan untuk menentukan seberapa banyak daging buah yang mau tetap ditinggalkan melekat dengan biji sebelum dijemur. Kulit daging yang tersisa ini dalam Bahasa Spanyol diistilahkan dengan miel yang berarti madu (honey). Sederhananya, pada honey process ada sedikit lendir—ataumucilage dalam istilah Bahasa Inggrisyang tampak lengket pada biji kopi. Dari sinilah proses ini kemudian dinamakan honey process. Jadi bukan karena menggunakan madu, ya.





Semi-washed

Proses ini sangat umum ditemui di Indonesia dan sering kita kenal dengan istilah ‘giling basah’. Proses semi washed melibatkan dua kali proses pengeringan. Setelah dipetik, kulit terluar ceri kopi dikupas dengan menggunakan depulper dan dikeringkan sebentar. Jika umumnya kelembaban kopi disisakan hingga 11-12 % ketika proses pengeringan, maka pada proses semi-washed, kelembaban kopi disisakan hingga 30-35 % sebelum dikupas lagi hingga bentuknya benar-benar biji/green bean. Nah, green bean inilah yang kemudian dikeringkan lagi sampai ia benar-benar cukup kering untuk disimpan

Pada umumnya. Kopi-kopi dengan proses semi-washed cenderung memiliki tingkat sweetness yang intens, body lebih penuh, dengan tingkat keasaman lebih rendah jika dibandingkan kopi-kopi washed processed. Plus, konon kopi dengan proses ini juga memiliki rasa-rasa yang lebih beragam.

Wednesday, May 29, 2019

3 Ttahapan merawat kopi


                          TIPS MERAWAT KOPI

 Kopi merupakan tanaman perkebunan yang sudah lama dibudidayakan. Kopi memiliki sejarah panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selain sebagai sumber penghasilan bagi tidak kurang satu setengah juta jiwa petani Indonesia, kopi juga menjadi komoditas andalan ekspor dan sumber pendapatan devisa negara. Kopi Indonesia saat ini ditilik dari hasilnya, menempati peringkat ke empat terbesar di dunia. 
Semakin banyak buah kopi yang sanggup diproduksi oleh suatu tanaman, maka akan semakin besar pula keuntungan yang akan didapatkan. Sehingga petani berlomba-lomba melakukan upaya perawatan sedemikian rupa agar tanaman kopi miliknya mampu berbuah lebat.
Setidaknya ada 3 tahapan yang harus diperhatikan untuk meningkatkan produktifitas tanaman kopi yaitu pemupukan berimbang, pemangkasan dan Wiwilan.

 
1. Pemupukan berimbang 
 
Tujuan pemupukan adalah untuk memenuhi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman kopi dan memperbaiki struktur kondisi media tanam. Apabila kebutuhan hara tersebut tidak terpenuhi maka pertumbuhan tanaman akan terhambat , kurus, layu dan tidak produktif. Pemupukan tanaman kopi harus dilakukaj secara tepat, baik tepat waktu, tepat jenis, tepat dosis maupun tepat cara pemberiannya. Biasanya frekuensi pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan.
Berikut ini jadwal pemupukan tanaman kopi :
 
a. Tahun pertama ; setiap tanaman dipupuk sebanyak 2 kali dalam setahun  menggunakan urea 25 gr, SP-36 25 gr, dan KCL 20 gr.
b. Tahun kedua : Pemupukan dilakukan memakai urea 150 gr, SP-36 70gr, dan KCL 40 gr pertanaman
c. Tahun ketiga : Pupuk yang digunakan pada tahap ini meliputi urea 75 gr, SP-36 70 gr, dan KCL 40 gr untuk setiap tanaman
d. Tahun keempat : Masing-masing tanaman kopi ditaburi pupuk setahun 2 kali dengan takaran urea 100gr, SP-36 90 gr, dan \kcl 40 gr.
e. Tahun kelima hingga kesepuluh : setiap dua kali setahun setiap tanaman kopi dipupuk menggunakan urea 150 gr, SP-36 10 gr, dan KCL 60 gr.
f. Tahun kesepuluh dan seterusnya : aplikasi pupuk dikerjakan juga dua kali setahun dengan dosis urea 200gr, SP-36 175 gr, dan KCL 80 gr.

2. Pemangkasan
Pemangkasan dilaksanakan dengan menghilangkan beberapa bagian tanaman kopi yang dianggap berpenyakit, cacat dan tidak produktif. Hal ini bertujuan untuk menigkatkan produktifitas pohon kopi serta membersihkan gulma yang tumbuh disekitarnya. Proses pemangkasan dapat dilakukan 2 kali setahun dan bisa dikerjakan bersamaan dengan penggemburan tanah.
Terdapat tiga jenis pemangkasan tanaman kopi yang perlu dilakukan antara lain pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi dan pemangkasan pemudaan.
a. Pemangkasan bentuk : tinggi pangkasan bentuk berkisar 1,5-1,8 meter dengan melakukan pemangkasan cabang primer teratas sebanyak 1 ruas pada akhir musim penghujan.
b. Pemangkasan produksi yaitu membuang wiwilan yang tumbuh keatas, cabang cacing, cabang balik dan cabang yang terserang hama sebanyak 3-4 kali setahun pada awal musim penghujan
c. Pemangkasan pemudaan dikhususkan pada tanaman tua dan tingkat produksi nya rendah dengan memotong miring batang setinggi 40-50 cm dari leher akar pada awal musim penghujan . Kemudian bekas potongan tersebut ditutupi aspal dan tanah disekitarnya kemudian dicangkul dan langsung dipupuk. Pelihara hanya 1-2 tunas yang pertumbuhan nya bagus . kemudian setelah dewasa tunas ini disambung dengan jenis kopi yang mutunya lebih baik.
 
3. Wiwilan
Agar kopi dapat menghasilkan buah dengan kapasitas yang banyak perlu dilakukan juga tahap wiwilan. Pada dasarnya ada dua jenis wiwilan untuk tanaman kopi yaitu wiwil kasar dikerjakan setiap bulan dan wiwil halus sekitar 3-4 bulan sekali.
Adapun cara wiwilan adalah dengan membuang cabang yang pertumbuhan nya kurang baik seperti tunas air, cabang kipas dengan harapan melakukan wiwilan maka pertumbuhan tanaman secara generative tidak terganggu sehingga mampu berbuah lebat, sehat dan bernas

Saturday, May 25, 2019

cara memilih bibit kopi yang baik


               Memilih Bibit Kopi yang baik


Dalam upaya pembudidayaan kopi di Indonesia membuat varian dari berbagai jenis kopi bisa menjadi ladang bisnis yang sangat menjanjikan. Di Indonesia sendiri memiliki 2 jenis kopi yang paling banyak dibudidayakan yakni jenis kopi Robusta dan jenis kopi Arabika.
Dalam hal pemasaran kedua kopi ini memiliki peluang penjualan yang sama larisnya. Dengan peminat yang sama-sama banyak.
Dalam budidaya kopi, hal yang pertama perlu dan sangat penting adalah menentukan varietas kopi yang akan ditanam. Setelah menentukan varietas kopi yang akan ditanam selanjutnya adalah cara memilih bibit kopi terbaik untuk dibudidaya
Sebelum menanam perhitungkan dahulu lokasi lahan tanam atau budidaya, jika lahan Anda berada di ketinggian lebih dari 800 mdpl maka lebih baik ditanami kopi dengan jenis Arabika, sedang kopi jenis robusta lebih baik ditanam pada ketinggian lokasi 400 sampai 800 mdpl.  Sedang untuk dataran rendah bisa menggunakan jenis liberika dan excels.

Memilih Bibit Kopi

Selain beberapa hal tersebut, hal yang perlu dipertimbangkan adalah dari segi jual. Untuk kopi arabika lebih mahal daripada varian kopi lainnya. Namun, juga kopi jenis Robusta memiliki hasil buah yang cenderung lebih banyak untuk sekali panen.Artikel terkait harga biji kopi
Sesudah semua pertimbangan itu dianalisis maka langkah selanjutnya adalah menentukan bibit kopi terbaik  yang akan ditanam.


Pemilihan bibit kopi terbaik  dan unggul adalah jalan terbaik untuk menentukan hasil dari biji kopi yang berkualitas. Ada beberapa varietas bibit unggul untuk arabika dengan kode S 795, USDA 762, dan Kartika. Sedangkan varietas bibit unggul untuk jenis robusta yang dipergunakan adalah klon seperti klon BP 358 dan klon BP 42.
Pemilihan bibit kopi terbaik  biasanya diperoleh dari hasil cangkok hingga mengeluarkan akar dan siap dipindah dalam polibeg dengan menunggu pertumbuhan tanaman untuk siap ditanam sekitar berumur 3 bulan atau sudah kuat untuk ditanam dan dipindah pada lahan. Untuk membuat bibit tanaman kopi biasanya menggunakan sistem perkembangbiakan vegetative dengan cangkok/stek.


Deng
an memilih bibit hasil dari stek atau cangkok memiliki keunggulan dan kelebihan sendiri-sendiri. Hal ini berpengaruh pada fisik dan hasil produktifitas tanaman, untuk kualitas biji kopi atau buah kopi tergantung dari indukan tanaman kopi yang distek maupun dicangkok.

Menanam Bibit Kopi secara benar

Mode menanam menggunakan teknik tanam biasa, dengan membuat lubang dan memberikan pupuk secara berkala dengan awal pemupukan pertama kali yakni 3 bualan setelah bibit kopi terbaik  ditanam.
Untuk Anda jika memiliki lahan kosong pada ketinggian 400-800 mdpl atau lebih dari 800 mdpl sebaiknya segera membudidayakan kopi dengan varietas yang sesuai lahan Anda.
Dalam hal penanaman/budidaya kopi, sebelum melangkah lebih jauh lagi sebaiknya mempelajari dulu semua jenis kopi, bibit kopi terbaik  dan cara tanamnya serta dengan pengetahuan yang lebih banyak akan membuat Anda mudah dalam budidaya, karena budidaya kopi tidak semudah yang dibayangkan.
Seperti kata orang bijak “merawat kopi sama halnya dengan merawat anak sendiri, harus penuh dengan kasih sayang” karena biji kopi yang berkualitas dihasilkan dari cara merawat serta membudidayakan yang baik penuh dengan ketelatenan.


apa itu liberika



                Mengenal Kopi Liberika


Kopi merupakan minuman yang saat ini tren dan konsumennya terus meningkat dari hari kehari, tak hanya tertarik meminum kopinya saja, sebagian orang justru ikut belajar tentang segala ilmu pengetahuan kopi, mulai dari penanaman sampai ke barista. Kopipun memiliki berbagai jenis yang bisa di klasifikasikan diantaranya, cara menyangrai biji kopi berbeda-beda ditiap daerahnya. Ada juga dari cara penanaman nya, arabika dan robusta, yang mana tanaman kopi dibedakan cara menanamnya sesuai ketinggian dan jenis tanaman kopi tersebut.
Yang pada umumnya diketahui banyak orang adalah kopi arabika (arabica) dan robusta. Padahal sobat drishop, ada kopi jenis lain selain kedua kopi tersebut. Kopi liberika adalah jenis kopi yang dihasilkan oleh tanaman Coffea liberica. Kopi ini disebut-sebut berasal dari tanaman kopi liar di daerah Liberia. Padahal sebenarnya ditemukan juga tumbuh secara liar di daerah Afrika lainnya.
Satu diantara daerah di Indonesia yang di kenal sebagai penghasil kopi liberika nomer nya ialah Jambi. Bahkan juga propinsi ini dapat membuahkan buah kopi sampai meraih 270 ton per th. Hebatnya Jambi bahkan juga sukses membuat varian baru dari kopi ini yang dinamakan kopi liberika tungkal komposit (litbtukom). Rata-rata harga green bean kopi liberika di bandrol di kisaran Rp35 beberapa ribu/kg



Namun pemasaran kopi liberika terutama di Indonesia masihlah belum optimal. Cukup susah untuk kita untuk memperoleh kopi ini bila tak memesannya segera dari Jambi. Terkecuali lantaran aspek harga nya yang lebih mahal, kopi liberika termasuk juga langka lantaran produktifitas tanamannya sendiri tidaklah terlalu tinggi.
Dibawah ini adalah hal yang membedakan antara Liberika dan Arabika:  
 A. Ukuran daun, cabang, bunga, buah serta pohon semakin besar dibanding kopi Arabika dan robusta
B. Cabang primer bisa bertahan lebih lama serta dalam satu buku bisa keluar bunga atau buah kian lebih satu kali.


C. Agak sensitif pada penyakit HV.

D. kwalitas buah relatif rendah.

E. Produksi tengah, (4, -5 ku/ha/th) dengan rendemen ± 12%

F. Berbuah selama th.

G. Ukuran buah tak rata/tak seragam

H. Tumbuh baik di dataran rendah.





Beberpa variant kopi Liberika yang pernah dihadirkan ke Indonesia diantaranya yaitu ardoniana serta durvei. Di artikel selanjutnya mungkin kita akan bahas juga terkait variant kopi tersebut.


Friday, May 24, 2019

mengenal jenis kopi arabika



       jenis dan karakterstiknya



Add caption

Kopi arabika (Coffea arabica) berasal dari hutan pegunungan di Etiopia, Afrika. Di habitat asalnya, tanaman ini tumbuh dibawah kanopi hutan tropis yang rimbun. Kopi jenis ini banyak ditumbuh di ketinggian di atas 500 meter dpl.
Kopi arabika akan tumbuh maksimal bila ditanam diketinggian 1000-2000 meter dpl. Dengan curah hujan berkisar 1200-2000 mm per tahun. Suhu lingkungan paling cocok untuk tanaman ini berkisar 15-24oC. Tanaman ini tidak tahan pada temperatur yang mendekati beku dibawah 4oC.
Untuk berbunga dan menghasilkan buah, tanaman kopi arabika membutuhkan periode kering selama 4-5 bulan dalam setahun. Biasanya pohon arabika akan berbunga diakhir musim hujan. Bila bunga yang baru mekar tertimpa hujan yang deras akan menyebabkan kegagalan berbuah.
Kopi arabika menyukai tanah yang kaya dengan kandungan bahan organik. Material organik tersebut digunakan tanaman untuk sumber nutrisi dan mejaga kelembaban. Tingkat keasaman atau pH tanah yang cocok berkisar 5,5-6.

Karakteristik tanaman

Tanaman kopi arabika pendek menyerupai perdu dengan ketinggian 2-3 meter. Batang berdiri tegak dengan bentuk membulat. Pohonnya memiliki percabangan yang banyak.
Warna daun kopi arabika hijau mengkilap seperti memiliki lapisan lilin. Daun yang telah tua berwarna hijau gelap. Bentuk daun memanjang atau lonjong dengan ujung daun meruncing. Pangkal daun tumpul dan memiliki tangkai yang pendek. Struktur tulang daun menyirip.
Kopi arabika mulai berbunga setelah musim hujan. Bunga tumbuh pada ketiak daun. Bunga kopi berwarna putih dan bisa melakukan penyerbukan sendiri, tidak ada perbedaan bunga jantan dan betina. Dari bentuk kuncup hingga menjadi buah yang siap panen membutuhkan waktu 8-11 bulan.
Buahnya bulat seperti telur, dengan warna buah hijau kemudian berubah menjadi merah terang saat matang. Apabila buah telah matang cenderung mudah rontok. Oleh karena itu harus dipanen dengan segera, untuk detailnya silahkan baca cara memanen buah kopi. Buah yang rontok ke tanah akan mengalami penurunan mutu, cenderung bau tanah.
Pohon kopi arabika mempunyai perakaran tunjang yang dalam. Guna akar yang dalam ini untuk menopang pohon agar tidak mudah roboh dan bertahan pada kondisi kekeringan. Pertumbuhan akar ditentukan sejak pohon dipindahkan dari pembibitan. Pohon yang perakarannya tidak tumbuh dengan baik, akan mengganggu produktivitas.

Varietas kopi arabika

Ada banyak varietas kopi arabika yang ditanam di Indonesia. Setiap varietas mempunyai daya tumbuh dan daya adaptasi yang berbeda-beda. Pemilihan varietas dalam budidaya hendaknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat budidaya.


Untuk mendapatkan hasil yang optimal gunakan varietas unggul dari sumber terpercaya. Kementerian pertanian melalui Puslit Koka selalu mengeluarkan varietas unggul. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
  • S 795. Varietas ini memiliki produktivitas 1000-1500 kg/ha pada kepadatan tanam 1600-2000 pohon per hektar. Mulai berbunga pada umur 15-24 bulan. Agak tahan terhadap serangan karat daun bila ditanam diketinggian lebih dari 1000 meter dpl.
  • USDA 762. Produktivitas kopi jenis ini mencapai 800-12000 kg/ha. Mulai berbunga pada umur 32-34 bulan. Agak tahan terhadap penyakit karat daun.
  • Andung sari-1. Produktivitas sekitar 350 kg/ha. Mulai berbunga pada umur 15-24 bulan. Bila ditanam diketinggian kurang dari 900 meter, varietas ini rentan terhadap serangan karat daun namun cukup tahan ditanam di daerah yang kurang subur.
  • Sigarar Utang. Produktivitasnya mencapai 1500 kg per hektar. Varietas ini memilikikeistimewaan bisa berbuah terus menerus mengikuti pola sebaran hujan. Bijinya berukuran besar, rentan terhadap hama bubuk buah dan nematoda, namun cukup tahan karat daun. Disarankan ditanam pada ketinggian di atas 1000 meter dpl.

Karakteristik produk akhir

Secara umum kopi arabika dihargai lebih tinggi dibanding jenis lainnya. Dari segi rasa, arabika mempunyai jangkauan yang luas. Setiap varietas kopi yang ditanam ditempat berbeda akan memiliki perbedaan citarasa yang signifikan.
Kopi arabika memiliki aroma yang kuat, sifat kekentalan (body) ringan hingga sedang dan tingkat keasaman tinggi. Kandungan kafeinnya lebih rendah dibanding robusta yaitu sekitar 0,8-1,5%.

Perdagangan kopi arabika



Lebih dari 65% perdagangan kopi dunia di dominasi oleh jenis arabika. Selain mendominasi pangsa pasar, saat ini kopi arabika dihargai lebih tinggi hampir dua kali lipatnya dibanding robusta. Pusat perdagangan arabika berada di bursa komoditi New York.
Penghasil kopi arabika terbesar ada di negara-negara Amerika Latin. Hampir 90% produksi kopi negara-negara Amerika Latin jenis arabika. Brasil merupakan produsen arabika terbesar dunia. Sedangkan konsumen kopi terbesar dunia adalah negara-negara Uni Eropa, disusul Amerika Serikat dan Jepang.
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com